Swipe to the left

5 Kondisi Bayi Baru Lahir Yang Bisa Membuat Panik

By Admin 2 years ago 305 Views No comments

Ketika seorang wanita diberi kesempatan untuk melahirkan dan merawat seorang bayi mungil maka tantangan sebenarnya menjadi seorang wanita dan seorang ibu telah dimulai. Sebagai orang tua baru yang minim pengalaman ketika melihat atau menemukan kondisi sang buah hati tidak seperti biasanya hal pertama yang terlintas difikiran adalah segera hubungi dokter atau minimal menelpon orang tua dirumah untuk meminta saran. Well, perlu bunda pahami bahwa dalam pertumbuhan dan perkembangannya bayi akan mengalami berbagai macam kondisi yang kadang tidak selalu terlihat baik namun bunda jangan keburu panik ya, karena beberapa kondisi ternyata tidaklah seburuk kelihatannya malah masih dalam kategori normal. Lima kondisi berikut bisa memberikan gambaran mendasar tentang hal tersebut.

  • Berat Badan Menurun
  • Selalu Muntah Setiap Selesai Minum ASI
  • Selalu Bersin-Bersin
  • Menangis Tanpa Henti
  • Enggan Menyusu

Tentu merupakan kebahagian ketika untuk pertama kalinya bunda menggendong bayi mungil setelah proses persalinan. Namun beberapa hari setelah hari kelahiran mengapa berat badan bayi terus menurun? Jangan panik ya bunda, hal ini wajar terjadi karena semua bayi mengalaminya pada minggu pertama kehidupannya karena cairan tubuh dan lemak yang dibawa saat lahir untuk membantu bayi beradaptasi dengan lingkungan di luar rahim perlahan-lahan akan berkurang. Bunda boleh panik ketika memasuki minggu kedua dan ketiga berat badan bayi terus menurun atau tidak bertambah.

Setiap selesai minum ASI bayi bunda selalu saja muntah. Well, kenali dulu muntahnya seperti apa ya bunda sebelum mulai panik karena wajar saja bayi muntah setelah minum ASI yang lebih dikenal dengan istilan gumoh karena fungsi saluran pencernaan bayi yang belum sempurna sehingga kadang cairan ASI masih tertinggal di tenggorokan. Oleh karena itu selalu sendawakan bayi setelah minum ASI untuk mengurangi frekuensi muntahnya. Namun jika muntahnya dalam jumlah yang besar, sering serta disertai cairan hijau maka langkah selanjutnya adalah menghubungi dokter.

Sama halnya dengan saluran pencernaan yang belum sempurna, saluran pernafasan bayi juga belum sempurna diawal-awal kehidupannya. Oleh karena itu bayi akan sering bersin-bersin yang merupakan bagian dari proses pematangan sistem pernafasannya. Tidak perlu menghubungi dokter jika hanya sekedar bersin-bersin biasa tanpa disertai dengan naiknya suhu badan atau reaksi alergi.

Menangis tanpa henti merupakan salah satu ciri bayi mengalami kolik, yaitu kondisi dimana bayi akan terus menangis yang seringnya tanpa sebab yang jelas. Jangan panik ya bunda, pastikan saja bayi bunda sudah pada kondisi terbaiknya. Kondisi ini berangsur-angsur akan berkurang bahkan jarang ditemui ketika bayi memasuki usia 4 bulan. Kondisi seperti ini masih tergolong wajar, kecuali ketika bayi menangis disertai dengan kejang-kejang dan di beberapa bagian tubuh terlihat kesakitan ketika disentuh.

Bayi juga butuh waktu untuk belajar menyusu dari puting sang bunda, selain itu bayi tidak membutuhkan banyak ASI diawal-awal kehidupannya. Oleh karena itu jika sang buah hati masih ogah-ogahan ketika diminta menyusui jangan khawatir berlebihan. Namun jika setelah tiga hari bayi masih juga enggan menyusui, bunda boleh mulai khawatir. Konsultasi kondisi bayi bunda segera dengan dokter.

Membekali diri dengan pengetahuan-pengetahuan mendasar tentang pengasuhan anak sangatlah penting bagi ayah bunda. Ditambah lagi saat ini sangat mudah sekali mencari informasi tanpa harus berkonsultasi dengan dokter.

Panduan Praktis Berbicara dengan Sang Buah Hati

By Admin 2 years ago 161 Views No comments

Berbicara dengan bayi bukanlah kegiatan yang sia-sia karena mengajak bayi bicara merupakan salah satu langkah stimulasi agar bayi bisa tumbuh cerdas dengan memaksimalkan kemampuan berbicaranya. Memang betul ketika diajak berbicara, bayi tidak akan memahami apa yang ayah bunda bicarakan namun bukan berarti mereka tidak belajar. Lewat emosi sang bunda ketika berbicara bayi bisa belajar tenang rasa senang, marah atau sedih begitu juga melalui intonasi suara yang didengarnya. Oleh karena itu walaupun bayi tidak memahami apa ayan bunda bicarakan namun juga tidak boleh sembarangan berbicara dengan sang buah hati. Berikut panduan praktis bagaimana harus berbicara dengan sang buah hati yang juga dapat membantu memaksimalkan perkembangan kemampuan berbicaranya:

  • Ajak bayi berbicara seperti halnya ayah bunda berbicara seperti biasa. Jangan menggunakan bahasa yang dicadel-cadelkan karena justru nantinya bayi juga ikut berbicara cadel.
  • Ketika berbicara dengan bayi gunakan mimik muka yang menyenangkan dengan intonasi yang semenarik mungkin.
  • Jangan mengajak bayi berbicara dalam suasana yang ramai atau ribut karena bayi akan mudah bingung.
  • Gunakan bahasa yang sederhana dan konsisten. Jangan menggajarkan kata-kata yang sulit kepada bayi.
  • Berbicaralah kepada bayi sambil menatap matanya untuk membuatnya lebih fokus sehingga lebih cepat menangkap kata-kata yang ayah bunda ajarkan.
  • Simak ketika bayi berceloteh seolah-olah ayah bunda memahami apa yang sang buah hati bicarakan. Begitu juga sebaliknya berbicaralah seolah-olah sang buah hati paham apa yang ayah bunda sedang bicarakan.
  • Selain berbicara, ayah bunda bisa juga mengajak sang buah hati bernyanyi sambil bertepuk tangan atau sambil membunyikan krincing-krincing sederhana.
  • Perhatikan tanggapan sang bayi ketika ayah bunda mengatakan sesuatu. Ulangi jika bayi terlihat bersemangat begitu sebaliknya ketika bayi berceloteh coba ikuti kata-katanya sehingga bayi merasa diperhatikan.
  • Sering-sering saja berbicara kepada bayi walaupun kesannya ayah bunda seperti berbicara pada diri sendiri namun hal tersebut memiliki kontribusi yang sangat signifikan pada tumbuh kembang sang buah hati.
  • Yang terpenting adalah pahami ketika bayi sudah merasa bosan atau mengantuk. Itu artinya segera sudahi obrolan karena kalau tidak bayi justru bisa stress.

10 langkah di atas memang terlihat sederhana namun memiliki fungsi yang luar biasa terhadap tumbuh kembang sang buah hati terutama kemampuan berbicara sang bayi. Mengajak sang buah hati berbicara sesering mungkin akan membantu menstimulasi kemampuan berbicaranya.

Ingin Bayi Anda Tumbuh Cerdas? Yuk, Lakukan 5 Langkah Stimulasi Sederhana Ini!

By Admin 2 years ago 180 Views No comments

Agar bayi tumbuh cerdas yang dibutuhkan hanyalah keseimbangan pertumbuhan dan perkembangan bayi, tak hanya fisik namun juga perkembangan otak dan emosional sang buah hati. Untuk itu diperlukan stimulasi yang tepat. Berikut lima langkah stimulasi sederhana yang bisa ayah bunda lakukan:

  • Hujani Bayi dengan Ciuman Sesering Mungkin
  • Gendong Bayi Setiap Ada Kesempatan
  • Beri Bayi Pelukan
  • Ketika Berdekatan Selalu Tatap Matanya
  • Mengajak Bayi Berbicara

Bayi sangat suka sekali dicium karena hal tersebut tidak hanya membuat bayi merasa senang namun juga memberikan rasa aman. Jangan hanya mencium wajahnya saja tapi hujani bayi ciuman di sekujur tubuhnya. Namun lakukan dengan lembut ya ayah bunda karena mencium bayi dengan kasar hanya akan membuat bayi tidak nyaman.

Menggendong bukan sekedar aktifitas fisik bagi bayi namun juga kesempatan untuk belajar tentang kasih sayang. Selain itu bayi belajar banyak lewat emosi sang bunda ketika berada dalam gendongan. Menggendong bayi bisa dengan posisi tidur ataupun disandarkan di dada. Irama detak jantung yang teratur berpengaruh langsung pada otak bayi sehingga baik untuk kecerdasan emosi dan perkembangan kognitif bayi.

Siapa sih yang tidak suka dipeluk? Banyak penelitian yang sudah membuktikan bahwa pelukan bisa membantu mengurangi stress. Hal yang sama juga berlaku untuh bayi. Pelukan akan membuat bayi tidak mudah stress dan tentunya lebih bahagia yang berpengaruh langsung pada maksimalnya pertumbuhan dan perkembangan baik kecerdasan pikiran maupun emosionalnya.

Kontak mata memberikan stimulasi khusus pada kemampuan bayi dalam mengingat. Walau penglihatan bayi masih belum sempurna namun lewat kontak mata bayi belajar untuk mengingat wajah ibunya. Berbicara sambil menatap matanya akan membantu bayi merasa lebih diperhatikan dan disayang.

Jangan hanya karena bayi belum bisa memahami apa yang ayah bunda bicarakan membuat kegiatan berbicara dengan bayi menjadi sia-sia. Justru malah sebaliknya, semakin sering bayi diajak bicara akan semakin banyak kosa kata yang didengarnya dan ketika bayi memasuki usia dimana kemampuan berbicara mulai berkembang maka bayi akan lebih cepat belajar berbicara karena sudah terbiasa mendengar kata-kata ketika diajak berbicara oleh ayah bunda.

Menstimulasi pertumbuhan dan perkembangan bayi tidak harus mahal apalagi sampai harus meminta bantuan secara profesional karena hasil terbaik justru stimulasi dilakukan langsung oleh ayah atau bunda. Kelima langkah di atas bisa dilakukan oleh siapa saja dengan mudah.

Bayi Terlalu Banyak Digendong akan Bau Tangan Mitos atau Fakta?

By Admin 2 years ago 1063 Views No comments

Bunda pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah ‘bau tangan’. Istilah yang digunakan jika bayi terlalu banyak digendong yang katanya bisa berakibat bayi menjadi manja dan rewel jika tidak digendong. Selain itu juga sering dihubung-hubungkan ketika bayi terlambat berjalan, maka penyebabnya adalah karena terlalu sering digendong sehingga bayi menjadi malas. Benarkah begitu? Apakah bayi terlalu banyak digendong akan ‘bau tangan’ atau hanya sekedar mitos?

Tahukan bunda bahwa menggendong bayi merupakan salah satu metode pengasuhan yang sangat penting? Pahami juga apakah menggendong memberikan lebih banyak manfaat atau justru sebaliknya?

Manfaat Untuk Bayi

  • Saat menggendong bayi maka bunda tidak hanya berbagi suhu tubuh dengan sang buah hati namun juga kondisi emosional bunda. Oleh karena itu bayi yang digendong cenderung lebih tenang karena bayi akan merasa lebih aman.
  • Bayi yang tenang tentu saja tidak mudah stress. Bayi yang tidak mudah stress artinya bayi yang berbahagia. Selain itu bayi tidak suka sendirian ketika terjaga karena membuat mereka merasa tidak aman. Dalam gendongan bunda bayi akan merasa lebih bahagia.
  • Bayi yang terlambat berjalan karena terlalu banyak digendong merupakan mitos belaka. Karena dengan digendong, emosi bayi menjadi lebih tenang sehingga pertumbuhan dan perkembangan bayi menjadi lebih seimbang dan maksimal termasuk perkembangan fungsi motoriknya.
  • Bayi yang selalu di dalam gendongan sang bunda akan diajak untuk beraktifitas bersama sang bunda setiap hari sehingga bayi dapat lebih mudah memahami lingkungan sekitarnya lewat emosi sang bunda. Selain itu bayi menjadi lebih cepat belajar berbicara karena mendengar dan menyimak pembicaraan sang bunda sejak kecil.
  • Saat menggendong bayi bukan berarti bunda tidak bisa melakukan aktifitas seperti biasa. Malah bunda akan menjadi lebih tenang melakukan pekerjaan karena tidak perlu jauh dari sang buah hati.
  • Posisi menggendong juga memudahkan sang bunda untuk memberikan ASI.
  • Kegiatan menggendong tidak hanya membuat bayi lebih tenang dan bahagia, hal yang sama juga akan dirasakan oleh sang bunda karena ikatan batin bunda dan anak menjadi lebih kuat.
  • Bunda tidak repot karena bayi cenderung lebih tenang di gendongan sang bunda sehingga menjadi lebih gampang ditidurkan.

Manfaat Untuk Bunda

Jadi bunda mulai sekarang jangan takut ya dengan istilah ‘bau tangan’ karena ternyata menggendong memiliki banyak sekali manfaatnya.

Happy Parenting.

Hentikan Pemberian Bedak Pada Bayi

By Willy Suhali 2 years ago 326 Views No comments

Anak Indonesia sepertinya sejak kecil tidak pernah lepas dengan yang namanya bedak, minyak telon dan minyak kayu putih. Bahkan kebiasaan orang tua jaman dulu setiap bayi buang air besar atau kecil setelah dicuci bersih bagian kemaluan selalu dibedaki dengan alasan agar tidak mudah lecet. Penggunaan bedak juga digunakan untuk mengatasi biang keringat, sehabis mandi dan bahkan juga sering tanpa alasan.

Tahukan bunda saat ini sebaiknya segera hentikan pemakaian bedak pada bayi karena ternyata berdasarkan penelitian terbaru, penggunaan bedak justruk banyak memberikan masalah kesehatan pada bayi. Berikut adalah kebiasaan lama yang bisa berakibat buruk pada bayi:

  • Memakaikan bedak di sekujur tubuh bayi
  • Menaburkan bedak di kemaluan bayi
  • Bedak berbahaya untuk pernafasan bayi

Salah satu alasan mengapa orang tua jaman dulu selalu menaburkan bedak ke sekujur tubuh bayi setelah habis mandi adalah untuk menghindarkan bayi dari biang keringat yang bisa mengakibatkan masalah kulit lainnya. Sebenarnya memakaikan bedak di sekujur tubuh justru bisa memberikan efek yang sebaliknya yaitu iritasi kulit jika sisa-sisa bedak tidak dibersihkan dengan menyeluruh.

Alasannya adalah agar bagian lipatan paha tidak lecet akibat air yang digunakan untuk membasuh setelah buang air kecil dan buang air besar. Sebenarnya untuk mengatasi lecet hanya cukup diangin-anginkan saja sebentar maka kulit bayi akan kering kembali. Sebaliknya penggunaan bedak justru bisa membahayakan kesehatan bayi karena partikel-partikel bedak bisa masuk ke kelamin bayi.

Partikel bedak yang kecil-kecil justru berbahaya jika terhirup oleh bayi. Sistem pernafasan bayi yang masih dalam tahap perkembangan akan sangat mudah teriritasi oleh partikel-partikel kecil yang berasal dari bedak.

Memang benar bahwa terdapat produk bedak yang dapat membantu mengatasi iritasi pada kulit bayi, namun perhatikan baik-baik cara penggunaannya. Jangan langsung menaburkan bedak di tubuh bayi namun letakkan dulu di telapak tangan, gosok-gosok agar bubuk bedak tidak bertaburan baru disapukan ke kulit bayi yang teriritasi. Itupun penggunaannya jangan terlalu berlebihan dan jangan pula terlalu sering karena untuk mengatasi iritasi kulit cukup jaga kebersihan kulit bayi.

Tips Membawa Bayi Bepergian dengan Pesawat

By Admin 2 years ago 174 Views No comments

Sebagian besar orang tua akan memilih untuk tidak bepergian dulu selama sang buah hati masih berumur dibawah satu tahun. Namun kadang kala terdapat situasi yang memang mengharuskan orang tua untuk bepergian bersama sang buah hati walaupun masih kecil. Jika bepergian dilakukan dengan mobil maka cukup keamaan standar saja yang harus diikuti, namun bagaimana jika membawa si kecil bepergian dengan menggunakan pesawat terbang?

Berikut adalah beberapa poin penting yang ayah bunda perlu perhatikan ketika berencana untuk membawa sang buah hati bepergian dengan pesawat terbang:

  • Pastikan umur bayi aman untuk bepergian dengan pesawat terbang. Umur tiga bulan sudah bisa dikategorikan sebagai usia yang aman. Namun agar perjalanan aman, periksakan dulu kondisi sang buah hati ke dokter dan minta juga surat rekomendasi bahwa sang buah hati boleh bepergian dengan pesawat.
  • Pilih jadwal penerbangan yang sesuai dengan jam tidur bayi. Sebaiknya pilih penerbangan malam karena bayi tidur lebih lama pada malam hari.
  • Informasikan kepada pihak maskapai bahwa ayah bunda akan membawa serta sang buah hati agar awak pesawat bisa mempersiapkan sabuk pengaman tambahan atau tempat duduk tambahan.
  • Jangan duduk di deretan emergency exit dan sebaiknya pilih kursi di deretan depan yang memiliki ruang yang lebih luas sehingga bunda bisa lebih leluasa mengurus bayi.
  • Sebaiknya duduk di sisi lorong sehingga memudahkan bunda keluar masuk ketika bayi rewel dan perlu membawanya berjalan-jalan.
  • Jangan membawa terlalu banyak barang, cukup yang penting-penting saja.
  • Untuk menghindari bayi mengalami sakit telinga karena perubahan tekanan udara, susui bayi atau berikan empeng karena aktifitas menelan akan membantu menyeimbangkan tekanan udara dalam telinga sehingga tidak sakit.
  • Bawa ASIP jika bunda merasa tidak nyaman menyusui di antara penumpang atau bisa juga membawa penutup yang juga dapat berfungsi membuat bayi menjadi lebih hangat karena biasanya suhu udara di dalam pesawat cukup dingin.
  • Pastikan bayi tidak kelaparan atau kehausan ketika di pesawat karena bayi akan cenderung rewel. Bawakan mainan atau ajak bayi melakukan aktifitas karena bayi cenderung cepat bosan ketika hanya duduk saja.
  • Ketika pesawat mendarat, jangan terburu-buru meninggalkan tempat duduk untuk menghindari berdesak-desakan dengan penumpang lain.

Kesepuluh poin di atas perlu diingat oleh ayah bunda yang hendak membawa sang buah hati bepergian dengan pesawat. Walaupun sangat memungkinkan bagi bunda untuk bepergian sendirian namun sebaiknya ajak orang terdekat untuk menemani demi keamanan dan kenyamanan juga tentunya.

Informasi Seputar Pertumbuhan Gigi pada Bayi

By Willy Suhali 2 years ago 201 Views No comments

Ketika berbicara mengenai sang buah hati selalu saja muncul berbagai macam kekhawatiran dan salah satunya adalah mengenai pertumbuhan gigi bayi. Pertanyaan seperti “Kok umur segini gigi bayiku masih belum tumbuh ya?” atau “Apakah bayi selalu demam saat tumbuh gigi?” dan masih banyak lagi. Yuk, bunda kita mengenal lebih jauh informasi seputar pertumbuhan gigi pada bayi.

Gigi Susu Pertama

Memang betul pada umumnya bayi tumbuh gigi pada umur 4-6 bulan namun tidak menutup kemungkinan bisa lebih lama atau justru lebih cepat dikarenakan setiap bayi berbeda. Pada umur 24 – 36 bulan harusnya gigi susu sudah tumbuh semua dengan total gigi susu sebanyak 20 buah yang masing-masing sebanyak 10 gigi untuk bagian atas dan bawah.

Demam Karena Tumbuh Gigi

Demam yang tidak terlalu panas akan selalu mengiringi proses pertumbuhan gigi sang buah hati, jadi bunda jangan panik ya karena hal ini tergolong normal. Lakukan tindakan yang biasa bunda lakukan ketika sang buah hati mengalami demam.

Perlukah Menggunakan Teether?

Teether bukanlah barang wajib yang harus dimiliki namun cukup direkomendasikan karena saat tumbuh gigi, bayi jadi ingin sering menggigit-gigit apapun yang bisa dijangkaunya untuk digigit karena gusi gatal yang kadang juga diiringi oleh rasa nyeri. Dari pada sang buah hati menggigit barang-barang yang tidak jelas lebih baik sediakan teether yang memang dibuat khusus untuk membantu bayi mengatasi ketidaknyamanan akibat tumbuh gigi.

Gigi Tumbuh Terlalu Dini

Ada yang mengatakan bahwa gigi tumbuh terlalu dini harus segera dicabut. Hal tersebut merupakan anggapan yang salah, namun memang gigi yang tumbuh terlalu dini akan menyebabkan ketidaknyamanan pada sang ibu ketika menyusui. Gigi harus dicabut jika gigi tersebut goyang dengan alasan takut tertelan oleh si bayi ketika gigi tersebut tiba-tiba lepas.

Lalu bagaimana ketika gigi tak kunjung tumbuh? Memang ada beberapa kasus dimana bayi masih belum juga tumbuh gigi bahkan ketika sudah berumur satu tahun. Jika demikian adanya memang sebaiknya bunda segera memeriksakan kondisi buah hati ke dokter gigi. Lewat foto rontgen biasanya dokter mampu mengidentifikasi mengenai ada tidaknya cikal bakal gigi. Jika ada maka bunda tidak perlu khawatir walaupun ada pula kasus dimana tidak ditemukannya benih gigi namun sangat jarang sekali terjadi.

Mengenali Pola Buang Air Besar & Kecil Sang Buah Hati

By Willy Suhali 2 years ago 303 Views No comments

Menjadi seorang ibu merupakan pengalaman yang luar biasa bagi setiap wanita. Fase dimana seorang ibu bisa menjadi apa saja sesuai kebutuhan sang buah hati. Mungkin ketika belum memiliki momongan, seorang wanita bisa stress berat ketika sepatu yang diincar di butik langganan ternyata sudah keduluan diambil orang, namun kebiasaan tersebut bisa berubah, karena ketika sang buah hati hadir salah satu hal yang paling membuat seorang ibu stress ketika bangun pagi adalah menemukan bahwa sang buah hati masih juga belum buang air besar.

Si kecil terlambat buang air besar bukan melulu karena si kecil mengalami gangguan pencernaan atau kurang ASI. Jangan panik dulu, cobalah kenali pola buang air kecil dan buang air besar sang buah hati.

Bayi ASI

Bayi yang hanya mengkonsumi ASI pada umur 0 – 6 bulan akan cenderung lebih sering buah air kecil dan air besar dibandingkan dengan bayi yang mengkonsumsi susu formula. Penyebabnya adalah ASI jauh lebih mudah dicerna sehingga pada bayi umur 0 – 1 bulan akan buang air kecil hampir setiap 1 jam dan buang air besarnya bisa mencapai 7 kali bahkan lebih dalam sehari dengan konsistensi feses yang lebih lembek, berwarna kuning tua dan seperti berbiji-biji seperti biji cabai. Jadi bunda, jika bayi Anda sering buang air besar, jangan panik dulu dan berprasangka bahwa bayi Anda terkena diare. Kemungkinan bayi ASI terkena diare sangat kecil. Semakin bertambah usia bayi makan akan semakin jarang frekuensi buang air besarnya. Jadi ketika sang buah hati masih juga belum buang air besar selama 2 hari bukan berarti bayi Anda terkena sembelit. Terus saja berikan ASI dan bantu dengan pemijatan lembut di bagian perutnya karena bayi ASI yang buang air besar satu kali dalam seminggu masih dalam kategori normal asalkan pola ini tidak terjadi dalam waktu yang lama.

Bayi Susu Formula

Jika dibandingkan dengan bayi ASI, bayi yang mengkonsumsi susu formula frekuensi buang air kecil dan besarnya akan lebih jarang. Hal ini dikarenakan komposisi susu formula yang lebih sulit dicerna oleh sistem pencernaan bayi dengan kondisi feses yang lebih padat dan berwarna coklat. Hanya saja yang perlu diperhatikan adalah pada bayi yang mengkonsumsi susu formula kemungkinan terserang diare dan sembelit justru sangat tinggi, karena sistem pencernaan bayi yang belum sempurna begitu juga sistem imunitasnya yang masih berkembang sehingga lebih mudah terserang penyakit yang diakibatkan oleh bakteri.

Sangat penting bagi ayah bunda untuk mengetahui pola buang air besar dan air kecil sang buah hati karena dengan begitu ayah bunda dapat mengenali ketika pola tersebut tiba-tiba berubah yang mungkin justru merupakan suatu indikasi terhadap adanya gangguan pada kesehatan bayi sehingga tindakan yang tepat dapat segera diambil.

Apa itu Co-Sleeping dan Manfaatnya untuk Ibu dan Bayi?

By Willy Suhali 2 years ago 1841 Views No comments

Apa itu Co-Sleeping? Co-Sleeping adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan kebiasaan bayi tidur bersebelahan dengan sang ibu. Hanya saja saat ini, masyarakat modern lebih cenderung memilih untuk menidurkan bayi mereka di tempat tidur yang berbeda atau justru di kamar yang berbeda. Padahal, banyak sekali manfaat yang bisa didapat ketika ibu dan bayi tidur saling bersebelahan.

Manfaat untuk bayi:

  • Beberapa penelitian menunjukkan bahwa bayi yang tidur bersebelahan dengan sang ibu akan memiliki suhu tubuh yang lebih stabil.
  • Ketika bayi berdekatan dengan sang ibu, maka suhu tubuh berpengaruh terhadap pola nafas bayi yang menjadi lebih teratur. Nafas yang teratur artinya bayi menjadi tenang dan tidak mudah stress yang tentu saja berpengaruh penting terhadap tumbuh kembannya.
  • Saat ini banyak orang tua yang memilih untuk menidurkan bayi mereka di tempat tidur yang berbeda dengan alasan melatih sang buah hati untuk lebih mandiri. Hanya saja sebuah penelitian Inggris justru menunjukkan hal yang sebaliknya, dimana anak yang ketika masih bayi tidur bersebalahan dengan orang tuanya memiliki kepercayaan diri yang tinggi serta memiliki kualitas hidup yang lebih baik dibandingkan dengan anak yang ketika bayi tidur terpisah dari orang tuanya.
  • Ketika bayi tidur di sebelah sang ibu tentu saja membuat aktifitas menyusui di malam hari menjadi jauh lebih mudah karena bahkan ibu tidak perlu beranjak dari tempat tidur untuk memberikan ASI.
  • Ketika tidur saling bersebelahan, bukan hanya sang bayi saja yang merasa tenang, namun juga sang ibu karena selalu bisa memastikan keadaan sang buah hati kapan saja.

Manfaat untuk ibu:

Adapun salah satu penyebab mengapa beberapa orang tua memilih untuk tidak tidur dengan bayi mereka adalah adanya beberapa pendapat yang menyangkutpautkan aktifitas co-sleeping dengan SIDS atau Sudden Infant Death Syndrom yang artinya kematian bayi secara mendadak. Hal ini sebenarnya erat kaitannya dengan keamanan bayi ketika tidur dan bukan karena aktifitas co-sleeping. Sebagai contoh beberapa penyebab utama SIDS adalah bayi tidur dalam posisi tengkurap, alas tempat tidur bayi yang terlalu lembut sehingga ketika bayi miring berpotensi untuk menutupi hidung dan mengganggu pernafasan, atau orang tua yang terlalu bersemangat membelikan mainan seperti boneka dan aneka pernak-pernik bayi yang bisa saja menimpa bayi saat tidur. Walaupun di beberapa kasus SIDS, bayi meninggal akibat tertimpa tubuh orang tuanya yang sebenarnya erat hubungannya dengan kelalaian dan bukannya aktifitas co-sleeping itu sendiri. Bahkan jika dibandingkan dengan penyebab utama SIDS lainnya, bayi justru lebih aman tidur berdekatan dengan orang tuanya karena akan selalu berada di bawah pengawasan yang ketat.

Bayi Sulit Tidur? Kenali Penyebabnya!

By Admin 2 years ago 231 Views No comments

Salah satu kebutuhan pokok bayi yang memiliki peranan penting dalam pertumbuhan dan perkembangannya adalah tidur yang berkualitas. Dalam sehari bayi umur 0 – 12 bulan memerlukan waktu tidur selama 14 – 16 jam sehari, walaupun tentu saja kebiasaan tidur setiap bayi berbeda. Semakin muda usia bayi membutuhkan waktu tidur lebih lama. Hanya saja kadang kala ayah bunda harus berhadapan dengan kondisi dimana bayi sulit untuk tidur.

Kondisi ini tentu saja tidak baik untuk kesehatan serta tumbuh kembang bayi, namun juga berpengaruh buruk untuk ayah bunda yang tentunya harus bergadang. Oleh karena itu, jika kondisi ini terus berulang maka cobalah ayah ibu kenali penyebabnya terlebih dahulu, karena setelah itu akan lebih mudah untuk mencari solusinya.

Beberapa hal yang sering menjadi penyebab mengapa bayi menjadi sulit tidur:

  • Demam
  • Kolik
  • Terlalu Bersemangat
  • Perubahan Tempat

Kondisi ini ditandai dengan suhu tubuh bayi yang lebih tinggi dari biasanya. Untuk mengatasinya jangan buru-buru memberinya obat, sebaiknya coba kompres terlebih dahulu tubuh bayi dengan air hangat yang suhunya 1˚C lebih tinggi dari suhu tubuh bayi. Jika cara ini masih belum berhasil, sebaiknya segera hubungi dokter.

Kolik adalah kondisi dimana bayi menangis secara terus menerus yang kadang bisa berjam-jam dan tentu saja akan membuat bayi menjadi sulit tidur. Penyebabnya sendiri sampai saat ini masih belum dapat dipastikan namun erat kaitannya dengan adanya rasa ketidaknyamanan yang dialami oleh bayi. Jika bayi mengalami kolik, posisikan bayi senyaman mungkin, mulai dari jenis pakaian yang dikenakan sampai posisi menggendong yang paling disukai bayi, lakukan semuanya sampai bayi tenang.

Jangan dikira membuat bayi tetap terjaga di siang hari akan membuatnya tidur nyenyak di malam hari. Hal ini justru membuat bayi stress karena kurangnya waktu tidur di siang hari sehingga akan lebih rewel di malam hari. Pastikan ayah bunda mengetahui jadwal tidur harian bayi dan pada malam hari, usahakan mengajak bayi tidur pada jam yang sama, dengan suasana dan tempat yang sama. Misalnya, ketika waktu tidur tiba, ajak bayi Anda masuk kamar, redupkan lampu dan nyalakan lagu lembut. Bayi akan memahami bahwa waktu tidur sudah tiba.

Seperti yang disebutkan pada poin 3 yaitu bayi akan sangat mudah mengenali kebiasaannya sehari-hari. Menidurkannya di tempat yang berbeda hanya akan membuat bayi bingung karena berbeda dari kebiasaannya sehari-hari dan hal ini juga bisa membuat bayi menjadi sulit tidur.

Ke empat poin di atas bisa menjadi panduan ayah bunda untuk mengenali beberapa penyebab utama yang membuat bayi menjadi sulit tidur. Yang perlu diingat adalah kebiasaan sehari-hari sangat berpengaruh penting pada pola tidur bayi.