Swipe to the left

Apa itu Co-Sleeping dan Manfaatnya untuk Ibu dan Bayi?

By Willy Suhali 2 years ago 2154 Views No comments

Apa itu Co-Sleeping? Co-Sleeping adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan kebiasaan bayi tidur bersebelahan dengan sang ibu. Hanya saja saat ini, masyarakat modern lebih cenderung memilih untuk menidurkan bayi mereka di tempat tidur yang berbeda atau justru di kamar yang berbeda. Padahal, banyak sekali manfaat yang bisa didapat ketika ibu dan bayi tidur saling bersebelahan.

Manfaat untuk bayi:

  • Beberapa penelitian menunjukkan bahwa bayi yang tidur bersebelahan dengan sang ibu akan memiliki suhu tubuh yang lebih stabil.
  • Ketika bayi berdekatan dengan sang ibu, maka suhu tubuh berpengaruh terhadap pola nafas bayi yang menjadi lebih teratur. Nafas yang teratur artinya bayi menjadi tenang dan tidak mudah stress yang tentu saja berpengaruh penting terhadap tumbuh kembannya.
  • Saat ini banyak orang tua yang memilih untuk menidurkan bayi mereka di tempat tidur yang berbeda dengan alasan melatih sang buah hati untuk lebih mandiri. Hanya saja sebuah penelitian Inggris justru menunjukkan hal yang sebaliknya, dimana anak yang ketika masih bayi tidur bersebalahan dengan orang tuanya memiliki kepercayaan diri yang tinggi serta memiliki kualitas hidup yang lebih baik dibandingkan dengan anak yang ketika bayi tidur terpisah dari orang tuanya.
  • Ketika bayi tidur di sebelah sang ibu tentu saja membuat aktifitas menyusui di malam hari menjadi jauh lebih mudah karena bahkan ibu tidak perlu beranjak dari tempat tidur untuk memberikan ASI.
  • Ketika tidur saling bersebelahan, bukan hanya sang bayi saja yang merasa tenang, namun juga sang ibu karena selalu bisa memastikan keadaan sang buah hati kapan saja.

Manfaat untuk ibu:

Adapun salah satu penyebab mengapa beberapa orang tua memilih untuk tidak tidur dengan bayi mereka adalah adanya beberapa pendapat yang menyangkutpautkan aktifitas co-sleeping dengan SIDS atau Sudden Infant Death Syndrom yang artinya kematian bayi secara mendadak. Hal ini sebenarnya erat kaitannya dengan keamanan bayi ketika tidur dan bukan karena aktifitas co-sleeping. Sebagai contoh beberapa penyebab utama SIDS adalah bayi tidur dalam posisi tengkurap, alas tempat tidur bayi yang terlalu lembut sehingga ketika bayi miring berpotensi untuk menutupi hidung dan mengganggu pernafasan, atau orang tua yang terlalu bersemangat membelikan mainan seperti boneka dan aneka pernak-pernik bayi yang bisa saja menimpa bayi saat tidur. Walaupun di beberapa kasus SIDS, bayi meninggal akibat tertimpa tubuh orang tuanya yang sebenarnya erat hubungannya dengan kelalaian dan bukannya aktifitas co-sleeping itu sendiri. Bahkan jika dibandingkan dengan penyebab utama SIDS lainnya, bayi justru lebih aman tidur berdekatan dengan orang tuanya karena akan selalu berada di bawah pengawasan yang ketat.