Swipe to the left

Mengenali Pola Buang Air Besar & Kecil Sang Buah Hati

By Willy Suhali 2 years ago 349 Views No comments

Menjadi seorang ibu merupakan pengalaman yang luar biasa bagi setiap wanita. Fase dimana seorang ibu bisa menjadi apa saja sesuai kebutuhan sang buah hati. Mungkin ketika belum memiliki momongan, seorang wanita bisa stress berat ketika sepatu yang diincar di butik langganan ternyata sudah keduluan diambil orang, namun kebiasaan tersebut bisa berubah, karena ketika sang buah hati hadir salah satu hal yang paling membuat seorang ibu stress ketika bangun pagi adalah menemukan bahwa sang buah hati masih juga belum buang air besar.

Si kecil terlambat buang air besar bukan melulu karena si kecil mengalami gangguan pencernaan atau kurang ASI. Jangan panik dulu, cobalah kenali pola buang air kecil dan buang air besar sang buah hati.

Bayi ASI

Bayi yang hanya mengkonsumi ASI pada umur 0 – 6 bulan akan cenderung lebih sering buah air kecil dan air besar dibandingkan dengan bayi yang mengkonsumsi susu formula. Penyebabnya adalah ASI jauh lebih mudah dicerna sehingga pada bayi umur 0 – 1 bulan akan buang air kecil hampir setiap 1 jam dan buang air besarnya bisa mencapai 7 kali bahkan lebih dalam sehari dengan konsistensi feses yang lebih lembek, berwarna kuning tua dan seperti berbiji-biji seperti biji cabai. Jadi bunda, jika bayi Anda sering buang air besar, jangan panik dulu dan berprasangka bahwa bayi Anda terkena diare. Kemungkinan bayi ASI terkena diare sangat kecil. Semakin bertambah usia bayi makan akan semakin jarang frekuensi buang air besarnya. Jadi ketika sang buah hati masih juga belum buang air besar selama 2 hari bukan berarti bayi Anda terkena sembelit. Terus saja berikan ASI dan bantu dengan pemijatan lembut di bagian perutnya karena bayi ASI yang buang air besar satu kali dalam seminggu masih dalam kategori normal asalkan pola ini tidak terjadi dalam waktu yang lama.

Bayi Susu Formula

Jika dibandingkan dengan bayi ASI, bayi yang mengkonsumsi susu formula frekuensi buang air kecil dan besarnya akan lebih jarang. Hal ini dikarenakan komposisi susu formula yang lebih sulit dicerna oleh sistem pencernaan bayi dengan kondisi feses yang lebih padat dan berwarna coklat. Hanya saja yang perlu diperhatikan adalah pada bayi yang mengkonsumsi susu formula kemungkinan terserang diare dan sembelit justru sangat tinggi, karena sistem pencernaan bayi yang belum sempurna begitu juga sistem imunitasnya yang masih berkembang sehingga lebih mudah terserang penyakit yang diakibatkan oleh bakteri.

Sangat penting bagi ayah bunda untuk mengetahui pola buang air besar dan air kecil sang buah hati karena dengan begitu ayah bunda dapat mengenali ketika pola tersebut tiba-tiba berubah yang mungkin justru merupakan suatu indikasi terhadap adanya gangguan pada kesehatan bayi sehingga tindakan yang tepat dapat segera diambil.